Refleksi PMM
Refleksi
PMM
Nama: Thomas Aquino Panji
Wahyudi
NPM: 170906254
Refleksi Produksi
Multimedia
1. Berikut adalah sejumlah
portofolio yang saya miliki selama perkuliahan PMM di semester ini:
a). Kompasiana (total pembaca: 1.696| total pembaca keseluruhan artikel: 12.845)
· Multimedia dan Konten Berita yang Menjadi Lebih Interaktif
· Jurnalisme Masa Depan yang Mengubah Segalanya
· Kompas.id, Misi dan Proyek Ambisius di Tengah Gejolak Bisnis Media
· Cita Rasa Jenang Legendaris dari Sudut Pasar Lempuyangan
· Detik.com, Kerja Keras di Balik Layar Berita Online
b). Youtube (total pemirsa: 52)
· Inilah Daftar Perusahaan Media di Indonesia yang Sudah Memproduksi Konten Multimedia
· Daftar Perusahaan Media yang Menggunakan Jurnalisme Robot
· Gimana sih konten Deny Siregar di Cokrotv? #reaction
· Situasi Arus Lalu Lintas Jl. Ring Road Utara, Sleman, Yogyakarta
c). Podcast (total pendengar: 8)
· Liputan Lalu Lintas dari Jl. Ringroad Utara daerah Monjali
2. Dalam refleksi ini, saya
di berikan tawaran untuk meminta nilai yang saya inginkan. Jujur sebetulnya
saya bingung ingin minta nilai berapa, karena kalau pun hal ini di tanyakan ke
semua mahasiswa dan termasuk saya sendiri, jawabannya pasti akan sama, yakni ingin
dapat nilai bagus atau A. Alasannya pun menurut saya cukup masuk akal karena
saya sendiri sudah berhasil melewati fase yang menurut saya cukup berat di
akhir dari semester teori ini yang ditutup dengan UAS produksi acara talkshow. Selain
itu, saya sudah berusaha untuk sangat rajin dalam mengerjakan setiap tugas
harian yang diberikan, mulai dari artikel, infografis, youtube dan podcast
sudah saya kerjakan semaksimal mungkin. Meski pada waktu itu saya harus ada
bolong sekali karena sakit, yakni saat materi SEO, yang sebetulnya saat itu saya
membuat tugas dan menulis tentang jenang lempuyangan. Alasan lain kenapa saya
harus dapat A adalah karena saya mampu untuk menjajal dan juga mengerjakan
tugas-tugas yang sebelumnya saya sangat anti untuk mengerjakannya. Sebutlah
seperti halnya membuat video, podcast dan juga infografis. Saya jujur ga pernah
megang alat editing video meski saya pernah menjadi campers dan pengarah
produksi. Saya jujur ga pernah megang adobe audition meski saya dulu mantan
penyiar radio kampus. Saya jujur juga belum pernah membuat infografis dengan
software yang rumit.
Namun di dalam
perkuliahan ini, saya merasa bahwa apa yang saya tidak suka untuk saya kerjakan
harus tetap saya kerjakan. Ibarat kata saya merasa di tantang untuk menjawab
rasa penasaran dan rasa takut saya, apakah saya bisa mempelajari dan
mengerjakan banyak hal yang sebelumnya saya anti untuk saya kerjakan? Dan ternyata
saya bisa untuk melakukannya, meski mungkin kualitas yang bisa saya berikan
tidaklah semaksimal seperti yang di harapkan. Meski begitu, saya merasa bahwa
mata kuliah ini juga telah berkontribusi dalam membantu saya menemukaan jati
diri saya sebagai orang media, yakni lewat tulisan. Mungkin taste dan skill
saya dalam dunia video, podcast dan infografis kurang, tapi saya punya taste
dan skill yang kuat dalam persoalan menulis dan menganalisis. Hal ini bisa saya
buktikan dari total jumlah keseluruhan pembaca saya yang mencapai 12.845
pembaca, sebuah angka yang sangat besar bagi saya dan saya jujur gatau gimana
caranya saya bisa dapat angka pembaca sebanyak itu kurang dari satu tahun.
Saya rasa nilai A adalah
nilai yang menurut saya pantas untuk di dapat. Karena lewat mata kuliah ini
saya menemukan arti dari sebuah proses belajar dan melawan rasa takut. Karena
mata kuliah ini juga, saya bisa menemukan sebuah proses belajar yang mandiri,
dimana mas Boi sebagai dosen justru mengarahkan saya untuk mencoba hal baru
tanpa harus memerintahkan saya secara langsung. Menurut saya ini jadi salah
satu cara belajar yang unik dan saya berterimakasih atas hal itu karena menurut
saya apalah artinya dosen menjelaskan sebuah materi tapi mahasiswanya ga pernah
untuk mencoba dan mengaplikasikan semua hasil belajar yang telah di dapat ke
dalam sebuah bentuk karya portofolio.
Comments
Post a Comment