Produksi Multimedia di Tengah Keterbatasan.

Menjalani masa kuliah puncak di tengah pandemi bukan hal yang mudah, apalagi ketika mata kuliah yang dijalani adalah mata kuliah produksi. Produksi multimedia sebagai mata kuliah puncak produksi anak media sudah menjadi mata kuliah yang saya tunggu sebenarnya sejak masuk ke peminatan Komunikasi Massa dan Digital. Bikin script, jadi produser ala-ala, mencoba hal-hal baru yang saya yakin kalau bukan karena diawasi dosen pasti saya tunda buatnya haha... Awal perkuliahan mau dibilang kaget juga nggak, tapi enteng juga nggak. Lha gimana, wong beban tugas mingguan PMM sama dengan beban tugas akhir JMM seester lalu. Tapi nyataya saya dan teman-teman juga bisa-bisa aja, perkara di kelas dikritik habis-habisan, yasudah toh namanya juga belajar. 

Enaknya mata kuliah ini adalah dosen yang mengajar PMM itu sama dengan dosen yang mengajar JMM. Karena keduanya sama-sama diampu oleh Masboi, saya merasa sudah terbiasa dan paham dengan pola mengajar dan materi beliau. Kalau dibilang nggak pernah kesal sama beliau ya pasti bohong deh, mahasiswa pasti pernah merasa kesal dengan dosennya. Tantangan jadi muridnya beliau adalah, harus siap kalau dituntut ini itu, dikritik tugasnya, terus harus peka! haha karena beliau kalau ngasih tugas bisa kayak nggak ada angin nggak ada hujan, pas akhir kelas langsung ketiban aja itu tugas :( Untung beliau biasanya membebaskan dulu muridnya mau apa, jadi kita mau bikin apa bisa sesuai mampu dan minatnya kita. 

Yah, meskipun mata kuliah ini dipenuhi sambatan dan kebingungan, tapi kita yang ngejalanin juga bisa sambil ketawa-ketawa sih. Paling asik itu waktu ada tugas live streaming radio semua anak! bener-bener deg-degan tapi kita semua semangat ngerjainnya, apalagi kan temanya bebas, jadi kita bisa jadi diri sendiri gituu. Kecewa sebenernya nggak bisa produksi yang total di lab avi, nggak bisa turun lapangan, tapi ya gimana. 

Mata kuliah ini udah ngajarin banyak, dari teknis dan seni bikin sebuah produk multimedia sampai kesabaran dan disiplin, soalnya kapok bener aku bikin apa-apa suka mepet wkwk. Aku harap Masboi juga tetep inovatif ngasih tugas ke murid-muridnya, kayak radio kemarin. Saran untuk mata kuliah ini, mungkin tugas-tugasnya bisa dibreakdown di awal, apalagi yang proyek besar seperti tugas akhir dan tugas ujian, seperti mata kuliah desain media. Sehingga anak-anak juga bisa mempersiapkan mental dan ide, karena dua hal ini yang paling lama dan butuh banyak persiapan menurut saya. Kan bagus juga kalau dari awal sudah bisa woro-woro mengenai media milik kelompok kepada publik atau di sosmed masing-masing.

Untuk Nilai, ya saya pasti pinginnya A, haha. Tapi karena saya sadar dengan kemampuan saya, saya dapat A- atau B+ juga sudah senang, jangan B tapi ya Masboi :D. Menurut saya keaktifan saya di kelas maupun kelompok sudah cukup, saya melakukan semua tugas saya, hanya ada beberapa kali saya tidak membuat itupun karena saya sedang tidak bisa mengikuti kelas seperti sakit. Saya merasa kualitas produksi saya juga tidak jelek-jelek amat, podcast saya meskipun masih amatir sekali tapi masih bisa didengarkan, lalu di kelompok saya juga aktif berdiskusi dan berperan menjadi editor, saya melaksanakan tanggung jawab saya di kelompok sampai tuntas. Saya kalau mengumpulkan tugas juga tidak pernah telat atau kurang (diminta 2 produk multimedia, ya saya kerjakan dua)

Untuk bisa melihat hasil kerja saya selama satu semester ini, sila cek di link yang saya tautkan:


Video 

Terima kasih untuk anggota kelompk saya di Ruhana Media: Panji, Acel, Yoga, Olin yang keren dan asik dalam berdinamika di kelompok dan tentunya sabar ngadepin saya yang suka banyak tanya di grup😂. Terima kasih untuk Masboi sudah memberikan pengalaman melalui mata kuliah ini, dan untuk teman-teman kelas yang saling menyemangati dan mendukung setiap perkuliahan. 

Salam kasih,
Maria Sekar Ayu S 
(170906222)

Comments