REFLEKSI MATA KULIAH PRODUKSI MULTIMEDIA


GRACELLA NATHANIA - 170906168           

   Kuliah produksi multimedia kurang lebih 5 bulan banyak ilmu dan pengalaman baru yang didapat, meskipun setengah semester belajarnya secara online. Sebelum mengambil mata kuliah produksi multimedia ini, saya tidak bisa menggunakan dan bahkan tidak memiliki aplikasi untuk mengedit video dan audio. Setelah mengambil mata kuliah jurnalisme multimedia dan produksi multimedia, saya mulai belajar menggunakan aplikasi edit seperti Vegas dan Adobe Audition. Akhirnya, mulai bisa menggunakan aplikasi tersebut.

              Selama proses kuliah produksi multimedia kadang suka ngeluh karena tugas mingguan yang diberikan menurut saya cukup berat. Apalagi diawal semester, saya masih tidak terbiasa menggunakan aplikasi untuk mengedit video ataupun audio. Tugas yang diberikan masboi seperti membuat sebuah berita tetapi harus ada tiga versi (tulis, video, audio) cukup menjadi beban, ditambah lagi waktu mengerjakannya hanya seminggu. Dari tugas-tugas yang diberikan tersebut selain menambah skill, juga dapat menjadi portofolio saya untuk melamar kerja.

Salah satu tugas yang menjadi beban pikiran adalah siaran radio. Saya yang tidak pernah sama sekali siaran radio, sangat pusing dan kepikiran untuk tugas siaran radio tersebut. Saat pembagian urutan siaran radio, kebetulan saya kebagian pada jam yang cukup rawan yaitu 5 pagi. Akibat kepikiran dan takut tidak bisa bangun saat jam siaran akhirnya saya memutuskan tidak tidur sampai selesai siaran. Beberapa menit sebelum siaran radio saya sangat gugup hingga tremor. Setelah selesai siaran saya menjadi ingin siaran lagi, karena menurut saya siaran radio itu menyenangkan.

              Jika ditanya mau nilai apa? Saya ingin A- atau B+. Kenapa? Karena saya selalu mengerjakan tugas mingguan, saya selalu hadir saat kuliah. Saya merasa A- atau B+ cukup sesuai dengan usaha yang saya lakukan untuk tugas mingguan. Usaha saya dengan belajar menggunakan aplikasi edit, yang awalnya tidak pernah sama sekali menggunakan aplikasi mengedit video dan audio menjadi bisa menggunakan aplikasinya. Menurut saya, hasil video atau audio yang dibuat oleh mahasiswa yang baru belajar dengan yang sudah terbiasa menggunakan aplikasi edit tidak bisa disamakan. Hasilnya tentu saja akan sangat berbeda. Bagi mahasiswa yang sudah terbiasa menggunakan aplikasi untuk mengedit, hasilnya akan menjadi lebih bagus dibandingkan yang baru belajar, dan alasan itu juga saya merasa A- cukup untuk saya yang masih belajar.

Jumlah views di Kompasiana, Soundcloud, dan Youtube masih sedikit. Pada kompasiana, tulisan saya yang untuk tugas PMM paling tinggi hanya 100 view. Namun diluar untuk tugas saya pernah menulis dan viewsnya lebih banyak dibandingkan konten untuk tugas kuliah yaitu sekita 150an. Pada Youtube dan Soundcloud juga viewsnya tidak banyak.

 


Comments